BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling utama dalam keseluruhan
proses pendidikan di sekolah. Ini berarti tujuan pendidikan di sekolah tersebut
akan tercapai bergantung pada bagaimana proses belajar itu dilaksanakan.
Kegiatan belajar mengajar dirancang dengan mengikuti prinsip-prinsip khas yang
edukatif, yaitu kegiatan yang berfokus pada kegiatan aktif siswa dalam
membangun makna atau pemahaman. Dengan demikian, dalam kegiatan belajar
mengajar guru perlu memberikan motivasi kepada siswa untuk menggunakan haknya
dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar tetap berada pada diri siswa,
dan guru hanya bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong
prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar secara berkelanjutan
atau sepanjang hayat.
Pada pembelajaran IPS, guru di Sekolah Dasar harus sungguh-sungguh menaruh
minat siswa terhadap IPS yang menjadi tanggung jawabnya. Keragu-raguan guru
terhadap IPS dapat menimbulkan keraguan pada siswa, sehingga minat mereka tidak
terbina. Sumaatmaja (2002:45) mengemukakan bahwa: “kegagalan awal dalam merebut minat dan dorongan
ingin tahu dapat menjadi kesalahan fatal pada pembelajaran IPS, yang dapat
memposisikan IPS pada posisi kelas dua bila dibandingkan dengan pembelajaran
lain Non IPS. “Oleh karena
itu pembelajaran IPS semestinya diarahkan pada upaya mengembangkan
iklim yang kondusif bagi
siswa untuk belajar
sekaligus melatih pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan selama
pembelajaran. Dari hasil data
awal menunjukkan kemampuan siswa dalam
memahami materi Kenampakan Alam negara-negara tetangga sangat kurang. Siswa cenderung melakukan aktivitas yang tak
berguna, antara lain bergurau, ngobrol dan tidak konsentrasi sehingga
pembelajaran terlihat kurang optimal
Berdasarkan kenyataan di kelas VI diperoleh data tentang keadaan siswa, dari 20 orang
siswa dikategorikan pandai sebanyak 5 orang, kategori sedang
sebanyak 9 orang, dan kategori kurang sebanyak 6 orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar